Kisah Pendiri

Yayasan Satya Djaya Raya (YSDR) lahir dari visi Osbert Lyman untuk menjaga keberlanjutan nilai-nilai budaya Indonesia di tengah perubahan zaman. Melihat semakin terbatasnya pemahaman generasi muda terhadap makna yang terkandung dalam warisan budaya, ia terdorong untuk membangun sebuah wadah yang dapat menjembatani pelestarian budaya dengan kebutuhan masyarakat masa kini.

Bagi Osbert Lyman, budaya bukan sekadar peninggalan sejarah atau tradisi yang diwariskan dari generasi ke generasi, melainkan sumber pengetahuan, identitas, dan nilai yang tetap relevan untuk kehidupan modern. Keyakinan inilah yang melatarbelakangi berdirinya YSDR pada 26 Maret 2012.

Melalui yayasan ini, ia mengembangkan berbagai inisiatif di bidang pendidikan, penelitian, seni, serta kegiatan sosial dan kemanusiaan sebagai sarana untuk memperluas pemahaman dan apresiasi terhadap budaya. Pendekatan yang dilakukan menekankan pentingnya kolaborasi antara seniman, akademisi, komunitas, dan masyarakat luas.

Bali dipilih sebagai pusat kegiatan YSDR karena kekuatan tradisi, dinamika seni, dan budaya kolaboratif yang tumbuh di dalamnya. Lingkungan tersebut menjadi ruang yang ideal untuk mendorong dialog, pembelajaran, dan pertukaran gagasan lintas disiplin.Hingga saat ini, YSDR terus melanjutkan semangat yang menjadi dasar pendiriannya: menjadikan budaya sebagai warisan yang hidup, dipahami secara mendalam, serta diwariskan kepada generasi mendatang sebagai bagian penting dari identitas bangsa.